Cerita Dua Sisi: Membangun Narasi melalui Pembalikan Urutan Proses
>> Kembali ke Volume 5 No. 3 (2011)
Elita Nuraeny
Cerita dua sisi ini diawali dari pemahaman proses mengikat tali sepatu. Dua narasi dibangun berdasarkan hasil eksperimen dalam membalik proses yang dilakukan untuk mengikat tali sepatu. Dari sekian banyak cara mengikat tali sepatu, saya menemukan persamaan, yaitu tali harus membentuk loop untuk kemudian disatukan bersama dengan loop lainnya untuk membentuk simpul. Melihat cara yang sama diulang di berbagai metode, timbul pertanyaan di benak saya: Bagaimana bila mengikat kedua tali tersebut tanpa membuat bentuk loop terlebih dulu? Apa yang terjadi seandainya aturan masuk loop saya bolak-balik. Akankah simpul tetap kuat? Apakah fungsi simpul sebagai pengikat menjadi berkurang? Bila mengacu pada teori topologi [1], hal yang terpenting bukanlah kiri dan kanan, melainkan koneksi antar titik, sehingga seharusnya pembalikan ini tidak mempengaruhi fungsi simpul.
Percobaan saya lakukan dengan membuat simpul tali sepatu dengan metode biasa dan dengan metode terbalik. Hasil dari kedua proses tersebut ternyata berbeda. Metode biasa menghasilkan loop kiri dan kanan yang seimbang, sedangkan metode terbalik menghasilkan loop kiri yang agak miring. Namun pada dasarnya kekuatan masing-masing simpul tetaplah sama. Apa yang dihasilkan dari kedua metode tersebut tetaplah merupakan simpul yang kuat dan tak mudah lepas. Hasil eksperimen inilah yang menjadi dasar pembentukan cerita dua sisi ini. Cerita ini memiliki scene awal dan akhir yang berbeda, namun bila dibaca dari depan ataupun dari belakang tetap dapat menyampaikan sebuah cerita yang berkelanjutan. Pemahaman saya terhadap pembalikan metode mengikat simpul tali sepatu yang menghasilkan bentuk fisik simpul yang berbeda ini saya gunakan untuk memberikan sedikit twist pada cerita. Scene dalam cerita dibuat berbeda dan mempunyai feel suasana yang berbeda bila dibaca dari sisi depan atau belakang, sehingga memberikan sudut pandang cerita yang sangat berbeda. Melalui cerita dua sisi ini, terlihat bagaimana sebuah metode dan pembalikannya dapat digunakan untuk membangun dua narasi yang memberikan pemahaman cerita yang berbeda.











Gambar 1. Cerita yang dapat dibaca dari sisi A dan sisi B
Sumber:(latar belakang) ww.google.com, artwork: pribadi
[1]. Topologi adalah salah satu cabang ilmu matematika yang antara lain mempelajari tentang connectivity. Prinsip topologi memiliki relevansi dengan metode arsitektur, terutama dalam memberikan wawasan pentingnya memandang ruang tidak semata dari aspek geografis dan lokasi fisik, tetapi berdasarkan connectivity dan connectedness.