Volume 06 No.2 – Surface

ISSN 2085-7810
01.
Editorial - Yandi Andri Yatmo, Paramita Atmodiwirjo & Kristanti Dewi Paramita

Pemaknaan akan surface hanya sebagai permukaan kerap tercermin dalam intervensi surface yang terbatas pada kualitas permukaan luar. Namun demikian, surface dapat juga merupakan refeksi dari apa yang terjadi di balik permukaan (behind surface) maupun dari luar permukaan tersebut (beyond surface). Dengan demikian, surface perlu dipahami sebagai proses interaksi terus menerus terhadap berbagai intervensi yang muncul, baik behind surface maupun beyond surface. Pemahaman akan hal ini merupakan hal yang penting dalam eksplorasi metode berarsitektur yang tidak hanya berfokus pada materialisasi bentuk surface, namun bagaimana penjelajahan gagasan eksplorasi behind dan beyond surface memperkaya pemahaman akan terbentuknya surface tersebut.

Edisi ini dibuka dengan tulisan Indra yang memaparkan penelusurannya terhadap permukaan air sebagai media seni lukis dengan metode lukis ebru. Eksperimennya melukis di media air yang kemudian dipindahkan ke kertas menghasilkan pemahaman akan karakter zat cair yang berbeda-beda, seperti kepekatan, konsistensi, serta gaya luar yang mempengaruhi hasil gambar. Penggalian pemahaman tentang karakter benda ini juga diaplikasikan oleh Rita melalui penelusurannya terhadap serat kertas sebagai struktur utama kertas yang mempengaruhi terbentuknya pola dari kertas ketika diberi perlakuan dengan metode dan arah yang berbeda-beda.

Karya selanjutnya adalah hasil eksplorasi Nadhia Adelina yang bereksperimen dengan melelehkan berbagai jenis material untuk menghasilkan permukaan berlapis sesuai dengan metode pembuatan chocolate ganache. Karakter material yang berbeda ini mempengaruhi perbedaan surface yang terjadi ketika dilelehkan, dengan metode yang berbeda pula baik dari segi temperatur maupun kepekaan terhadap external force. Selain itu, eksperimen Nadia Fauzana untuk menghasilkan permukaan mood lamp yang bergradasi dengan memanfaatkan pola gerakan berdasarkan lagu DDR menghasilkan kombinasi lapisan-lapisan warna yang merefeksikan permukaan bergradasi tertentu untuk setiap pola yang berbeda. Edisi surface ini kemudian ditutup dengan eksperimen M. Mirza Y. Harahap yang menelusuri proses mencairnya sebuah es krim dalam layer dan pola tertentu.

Berbagai jenis eksperimen yang dijelajahi melalui berbagai tulisan di atas menunjukkan bahwa gagasan surface dapat terbentuk dari pemahaman yang mendalam akan karakter material dan perlakuan terhadap material tersebut secara kreatif selain itu, penelusuran pola aktivitas dan gerak memberikan dimensi lain dalam membangun lapisan-lapisan yang menjadi dasar terbentuknya permukaan tersebut. Pemahaman mendalam akan materialitas dan keberanian untuk melakukan eksplorasi kreatif dan imajinatif mengenai gagasan surface menjadi kunci terbentuknya praktik berarsitektur yang semakin kaya.

(baca lengkap ...)
unduh pdf
02.
Eksplorasi Seni Ebru: Keragaman Grid dalam Proses Melukis Di Atas Air - Indra

Seni ebru adalah seni lukis dari Turki yang media dasarnya adalah air pada saat melukis dan dipraktikan sejak abad ke-13. Ketika mendengar kata melukis, media yang seringkali terlintas di benak kita adalah kanvas atau kertas, cat, dan kuas. Untuk cat air, maka kanvas atau kertas menjadi media dasar yang umum. Pada seni ebru, kertas baru digunakan untuk merepresentasikan hasil lukisan tersebut setelah proses melukis selesai.

unduh pdf
03.
Geometri Serat Kertas - Rita

Kertas sebagai media penyampaian dan pencarian ide,sebenarnya memiliki keunikan yang terabaikan. Selembar kertas memiliki serat – serat yang berperan sebagai struktur dari kertas itu sendiri. Serat pada kertas dapat diumpamakan sebagai tulang pada tubuh manusia. Tubuh manusia tanpa tulang tidak akan memiliki bentuk yang kokoh dan kaku. Keberadaan serat kertas ini dapat menjadi salah satu pengamatan yang menarik dalam menemukan metode perancangan. Dengan melakukan percobaan dan pengamatan terhadap serat kertas kita dapat menemukan geometri alami yang hanya dapat hadir dari adanya serat kertas itu sendiri dan tidak dapat ditemukan pada material lain. Percobaan dan pengamatan ini akan dilakukan dengan menggunakan kertas HVS 70 gsm karena kertas ini sangat sering digunakan dalam kehidupan sehari – hari sehingga membuat percobaan dan pengamatan ini mudah untuk diterapkan oleh siapa saja.

unduh pdf
04.
Re-inventing Method - Nadhila Adelina

Cokelat merupakan hasil olahan makanan yang diolah dengan mempertimbangkan beberapa hal, yaitu substansi penyusunnya, kadar air di dalam dan di sekeliling proses pembuatannya, temperatur, dan juga elemen lain yang diolah bersamanya. Dalam proyek re-inventing method ini, saya akan menggunakan metode pembuatan salah satu jenis coklat yaitu, chocolate trufle. Jenis coklat ini memiliki dua bagian utama, ganache (campuran cokelat dan krim susu) sebagai illing dan lapisan trufle. Pembuatan kedua bagian utama ini mempertimbangkan dan terfokus pada permainan temperatur, kelembapan, dan waktu. Beberapa proses, seperti fusion, chopping, dan shaping juga dilakukan agar kedua elemen utama mengalami percampuran dan juga sebagai tindakan yang menyertai permainan pada tiga fokus utama sebelumnya.

unduh pdf
05.
Pemanfaatan Pemainan DDR untuk Pembuatan Pola Mood Lamp - Nadia Fauzana

Dance Dance Revolution atau yang biasa disingkat DDR adalah sebuah music video game yang memadukan musik, gerakan, arah, dan penglihatan. Permainan ini terdiri dari dua jenis yaitu arcade version yang biasa kita lihat di tempat-tempat permainan seperti timezone atau home version yang bisa dimainkan dirumah sendiri

unduh pdf
06.
The Melting Layers - M. Mirza Y. Harahap

Metode yang hendak saya eksplorasi dan pelajari pada tugas ini terinspirasi dari proses mencairnya sebuah es krim. Proses berubah wujudnya sebuah es krim menjadi cair ini menunjukan fenomena di mana wujud cair dari es krim perlahan- lahan menjadi semakin banyak sementara wujud esnya sendiri semakin lama menjadi semakin sedikit. Fenomena tersebut kemudian menjadi fokus saya dalam eksplorasi ini.

unduh pdf