Volume 01 No.1 – Geometri dalam Arsitektur: Membebaskan atau Mengikat

ISSN 2085-7810
01.
Editorial - Yandi Andri Yatmo & Paramita Atmodiwirjo

Selamat datang di edisi perdana arsitektur.net. Edisi ini mengangkat perdebatan tentang peran Geometri dalam Arsitektur: Membebaskan atau Mengikat? Empat tulisan berargumen bahwa geometri mengikat arsitektur dan empat tulisan lain meyakini bahwa sesungguhnya geometri membebaskan arsitektur. Upaya mengangkat topik geometri dalam wacana arsitektur mengandung tuntutan pemaknaan kembali ’geometri’ yang lebih luas dari sekedar geometri Euclidean. Perluasan makna geometri ini tercermin jelas dalam tulisan-tulisan di edisi ini. Topik geometri juga menjadi sebuah instrumen yang membuka kesempatan penjelajahan hubungan antara teori, sejarah dan praktek berarsitektur.

Widyanto Hartono membuka edisi ini dengan argumen bahwa geometri yang dimaknai secara luas merupakan sebuah upaya pembebasan ekspresi dalam pembentukan form arsitektur. Hardyanthony Wiratama mengambil posisi sebaliknya, dengan memandang kandungan aturan-aturan geometri yang bersifat mengikat dalam merealisasi bentuk arsitektur. Empat tulisan berikutnya memberikan pandangan tentang sejauh mana kebebasan maupun keterikatan yang ditawarkan geometri terhadap arsitektur. Anastasya Yolanda meyakini bahwa kebebasan tersebut terletak pada proses pencarian geometri yang dilandasi kebebasan berfikir yang berlangsung dalam diri manusia. Sementara Novelisa Sondang memandang bahwa dalam konteks latar belakang kebudayaan, geometri ternyata memberikan kebebasan dalam berbahasa arsitektur dan mengekspresikan keindahan. Boris Situmeang menguraikan peran geometri sebagai pengikat yang mematerialkan ruang dan sekaligus mendukung raga manusia dalam ruang. Widyarko meyakini bahwa terikatnya arsitektur pada geometri menjadikan proses pembentukan form yang terikat oleh berbagai force yang ada sehingga tidak mungkin perancangan berjalan terbalik.

Yosua Raja Saptama berupaya menguraikan perjalanan perkembangan geometri dan menyimpulkan bahwa telah terjadi upaya pembebasan yang terus- menerus dari waktu ke waktu. Muhamad Fakhri Aulia menutup rangkaian perdebatan dengan sebuah gagasan bahwa keterikatan arsitektur pada geometri perlu dimaknai sebagai tidak mungkinnya arsitektur untuk ’lari’ dari geometri – dalam pemaknaan geometri apapun, seperti yang telah terungkap dalam tulisan- tulisan sebelumnya.

Untuk melengkapi wacana tentang geometri, sebuah tulisan dari Utami Widyaningsih mencoba memberikan ulasan terhadap sejumlah gagasan yang dikemukakan dalam buku Architecture After Geometry. Ulasan ini sekaligus megantarkan kita semua untuk merefleksikan berbagai upaya pembebasan ataupun pengikatan oleh geometri dalam arsitektur.

Tanpa berupaya mencapai konsesus apakah geometri membebaskan atau mengikat arsitektur, tulisan-tulisan dalam edisi ini mengajak pembaca untuk melakukan penjelajahan terhadap konsep geometri dan implikasinya - bukan hanya terhadap wujud material arsitektur, tetapi terhadap keseluruhan proses berarsitektur.

(baca lengkap ...)
unduh pdf
02.
Geometri Sebagai Ekspresi Kebebasan Bentuk - Widyanto Hartono

Pro-kontra mengenai geometri itu sebagai sesuatu yang mengikat ataupun membebaskan di dalam dunia arsitektur, mungkin tidak akan ada habisnya untuk dibahas atau dicari solusinya, semuanya itu tergantung dari persepsi kita masing-masing. Antara geometri itu mengikat atau membebaskan, masing-masing memiliki kedudukan atau posisi yang sama kuat. Tetapi ada kesempatan ini, saya akan coba membahas geometri sebagai sesuatu yang membebaskan di dalam dunia arsitektur. Mungkin pertanyaan yang timbul adalah: Seperti apakah kebebasan yang ada di dalam geometri? Dalam wujud apakah kebebasan itu?”

unduh pdf
03.
Geometri: Aturan-aturan yang Mengikat - Hardyanthony Wiratama

Geometri merupakan suatu dasar pemikiran akan bentuk, mulai dari bentuk yang ada pada alam hingga bentuk yang merupakan suatu arsitektur. Namun apakah setiap bentuk dalam arsitektur pasti terdiri dari elemen geometri?

unduh pdf
04.
Kebebasan dalam Proses Pencarian Geometri - Anastasya Yolanda

... ketika manusia berkreasi dalam fikirannya, maka pada saat yang bersamaan mereka telah melahirkan geometri meskipun baru secara abstrak. Geometri abstrak inilah yang kemudian diterjemahkan kedalam goresan-goresan maupun objek tiga dimensional sehingga muncullah wudjud fisik dari geometri tersebut. Goresan maupun objek tiga dimensi hanya merupakan alat untuk mewakili konfigurasi geometri abstrak ke dala wujud nyata, begitu juga fikiran manusia yang menerjemahkan geometri ke dalam wujud abstrak.

unduh pdf
05.
Geometri: Kebebasan Ekspresi Keindahan - Novelisa Sondang D.

Geometri menjadi salah satu ilmu matematika yang diterapkan dalam dunia arsitektur; juga merupakan salah satu cabang ilmu yang berkaitan dengan bentuk, komposisi, dan proporsi. Akan sangat baik jika kita melihat arsitektur tidak hanya keberadaannya pada masa sekarang, namun berbalik ke belakang dan mendalami hakekat berarsitektur sejak jaman primitif – ketika kata arsitektur bukanlah bermakna sebagai sebuah ilmu bangunan melainkan sebagai sebuah kebutuhan bertinggal yang tidak diberi nama.

unduh pdf
06.
Geometri dan Keragaan yang Mengikat - Boris A. Situmeang

Fungsi arsitektur adalah untuk menetapkan bentuk teraga dari nilai-nilai pengisinya. Dengan kata lain, pengisinya menggunakan arsitektur bukan hanya sebagai naungan tetapi juga sebagai perwujudan kekuatan mereka dalam rupa yang teraga. Arsitektur mengingatkan kita pada guna bangunan yaitu mewujudkan perbuatan manusia terhadap dunianya. Arsitektur menunjukkan siapa pengisi, namun ia bukan perwakilan pengisinya.

unduh pdf
07.
Proses Perancangan yang “Irreversible” - Widyarko

Bentuk geometri ada setelah sang perancang telah melakukan tahapan ”perancangan”. Namun satu hal yang perlu diketahui, kita adalah arsitek – bukan seni- man. Proses merancang seorang arsitek tidak sesederhana seorang seniman patung. Tulisan ini tidak akan membahas seberapa luas bentuk, namun tulisan ini akan mem- bahas bagaimana proses perancangan arsitektur sehingga membentuk sebuah bentuk geometri.

unduh pdf
08.
Geometri: Proses Pencarian yang Berkelanjutan - Yosua Raja Saptama

Manusia dalam sejarah kehidupannya selalu berfilsafat, selalu memiliki pertanyaan akan sesuatu, yang memimpinnya sampai pada pengetahuan atau pema- haman yang baru. Geometri merupakan salah satu manifestasi dari proses pen- carian manusia akan pemahaman baru yang berkelanjutan tersebut. Manusia dalam hubungannya dengan lingkungan tempat hidupnya berinteraksi dengan objek-objek nyata yang ditangkap oleh kelima panca inderanya. Dengan indera- indera tersebut manusia mengenal dan memahami wujud benda-benda alam yang tidak terbatas jenisnya.

unduh pdf
09.
Bisakah Arsitektur 'Lari' dari Geometri - Muhamad Fakhri Aulia

Satu hal yang menjadi pemikiran saya dalam melihat arsitektur adalah bahwa seorang perancang tidak bisa ‘lari’ dari geometri. Pernyataan ‘lari’ disini adalah apa pun yang kita lakukan dalam merancang suatu rancangan, tidak bisa lepas begitu saja tanpa melihat geome- tri dari rancangan tersebut. Dunia arsitektur telah membuka mata saya bahwa tidak ada batasan dalam geometri. Tidak ada suatu titik dimana kita tidak perlu lagi memikirkan geometri dari sebuah rancangan.

unduh pdf
10.
Book Review: Architecture After Geometry - Utami Widyaningsih

Pertama membaca judulnya, yang terlintas dalam pikiran saya pasti buku ini banyak mengungkap tentang metode-metode baru dalam mendesain. Ternyata memang benar demikian. Namun, yang lebih menarik adalah di dalam buku itu menyebutkan beberapa fase tentang perkembangan pemikiran geometri ini. Se- hingga muncul after geometry (1), after geometry (2) dan after geometry (3). Entah mengapa di bagi menjadi tiga, yang pasti saya mendapat kesimpulan bahwa orang-orang atau pun para arsitek terdahulu itu juga menggunakan geometri. Geometri seperti apa di zaman mereka itulah geometri yang dipandang keban- yakan orang sebagai kebalikan dari metode sekarang, atau geometri yang sem- pit persepsinya di banding sekarang.

unduh pdf