Volume 06 No.1 – Journey

ISSN 2085-7810
01.
Editorial: Journey - Yandi Andri Yatmo, Paramita Atmodiwirjo & Kristanti Dewi Paramita

A journey is an experience, a process and an engagement. Edisi kali ini mengangkat topik Journey sebagai bentuk perjalanan penjelajahan gagasan arsitektur. Journey merupakan sebuah gerak dinamis berpindahnya diri dari satu awal menuju ke suatu tujuan, namun awal dan akhir dari sebuah perjalanan menjadi tanpa makna tanpa proses yang terjadi di sepanjang perpindahan tersebut. Journey juga mengandung representasi keterlibatan diri yang intim terhadap sebuah proses perjalanan. Demikian pula dalam pencarian metode berarsitektur, yang kami yakini tidak berhenti sebatas menghasilkan gagasan bentuk yang termaterialisasi. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah proses berkembangnya metode, gagasan dan makna, serta keterlibatan secara total dalam proses penjelajahan tersebut.

Edisi ini dibuka dengan tulisan Feni Kurniati yang memaparkan penelusurannya terhadap ruang keseharian pada pemandian di sebuah desa. Temuannya dalam memetakan pola ruang yang terjadi dari waktu ke waktu kemudian dikembangkannya menjadi basis untuk mengkonstruksi sebuah bangunan waktu. Rana Talithasani terinspirasi oleh proses pembuatan mie tarik yang mengantarkannya pada gagasan tentang multiple, connecting dan interdependent yang kemudian digunakan untuk membuat sebuah narasi yang dapat mengalami pembalikan aktor, relasi dan peristiwa. Perjalanan cerita yang mengandung berbagai varian inilah yang menjadi menarik untuk diikuti dan dipahami.

Karya selanjutnya adalah hasil eksplorasi di Studio Perancangan awal di Universitas Indonesia, yang merupakan respon terhadap tantangan untuk menciptakan sebuah skenario perjalanan yang menjadi wadah bagi tubuh manusia dengan potensi gerak dan penginderaan, interaksi tubuh dan lingkungan sekaligus wadah aspirasi dan imajinasi diri dalam ruang. Wayan Jatasya menyusun skenario perjalanannya dengan memasak sebagai fokus utama, yang menjadi basis penentu rute perjalanan, rangkaian pengalaman ruang dan berlangsungnya kegiatan, interaksi dan perubahan obyek dalam dimensi waktu. Karya berjudul Loober merupakan sebuah eksperimen dari Catrin Danik, Dinullah dan Novitasari dalam menghadirkan sebuah ruang untuk mengemas diri, sebagai upaya menghadirkan ruang minimal untuk potensi gerak tubuh yang maksimal, yang sekaligus mewadahi interaksi diri dengan faktor eksternal lingkungan.

Gagasan di atas menunjukkan bahwa gagasan journey, baik dalam bentuk penelusuran ruang keseharian, pembentukan narasi, maupun skenario pengalaman ruang, dapat menjadi basis praktik arsitektur yang kreatif. Mudah-mudahan gagasan-gagasan ini dapat menjadi pemicu eksplorasi dan eksperimen yang semakin kaya, dengan cara pandang yang lebih beragam terhadap perjalanan kita dalam ruang dan waktu.

(baca lengkap ...)
unduh pdf
02.
Menelusuri Ruang Keseharian Pemandian Kampung Lubuk Torob - Feni Kurniati

Tulisan ini membahas mengenai proses penemuan another system of disorder dari sebuah pemandian komunal di Kampung Lubuk Torob, Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam proses ini adalah metode perjalanan order-disorder meja makan Wigglesworth dan Till (1998). Mereka memulainya dengan apa yang mereka ketahui manusia yang tinggal dan bekerja pada bangunan yang sama. Para arsitek meresponnya dengan menerapkan order, yaitu memisahkan keduanya. Padahal keduanya saling terkait dan tidak dapat dipisahkan, yang dibuktikan melalui kisah si meja makan.

unduh pdf
03.
Membangun Narasi Melalui Gagasan Multiple, Connecting dan Interdependent - Rana Talithasani

Mie Tarik, atau La Mian adalah jenis mie tertua yang berasal dari Cina. Adonan la mian menggunakan bahan-bahan sederhana seperti tepung terigu serba guna, tepung pastry, telur, dan air seperti adonan mie lainnya. Dalam proses pembuatannya, la mian tidak menggunakan mesin ataupun alat bantu lain untuk membentuk adonannya menjadi helaian-helaian mie; selain teknik khusus yang dilakukan secara manual berikut ini.

unduh pdf
04.
My Cooking Journey - Wayan Jatasya

Di dalam Journey, terdapat ruang yang berbeda di beberapa tempat berbeda yang saya kunjungi. Ruang dibentuk oleh berbagai macam hal, seperti pembatas-pembatas berupa penutup atas, dinding, pengalas dan kebebasan untuk bergerak. Ruang yang dibentuk oleh pembatas dapat dirasakan ketika berada di dalam suatu bangunan. Namun kebebasan untuk bergerak dapat dirasakan di manapun dan dengan atau tanpa kehadiran orang lain. Terdapat kualitas ruang yang diharapkan berdasarkan kegiatan yang dilakukan, serta bagaimana ruang tersebut memfasilitasi gerak yang saya lakukan.

unduh pdf
05.
Loober - Novitasari, Dinullah & Catrin Danik

Self-Packaging merupakan ekplorasi penjelajahan gagasan dengan narasi dalam arsitektur. Eksplorasi ini mengandung perwujudan interaksi ruang, manusia, peristiwa dan materialitas (space, body, event and materiality).

unduh pdf