Volume 05 No.1 – Back-stage

ISSN 2085-7810
01.
Editorial: Backstage - Yandi Andri Yatmo, Paramita Atmodiwirjo & Kristanti Dewi Paramita

Cara pandang terhadap arsitektur tidaklah semata-mata pada apa yang ada di permukaan. Arsitektur dapat kita lihat sebagai sebuah wujud dari performance, yang mana di baliknya terdapat banyak hal yang mendefinisikan kehadirannya. Pemahaman terhadap hal-hal di balik inilah, serta bagaimana hal- hal ini direpresentasikan, kami anggap menjadi penting untuk diungkap dalam perkembangan pengetahuan arsitektur. Edisi kali ini menampilkan lima tulisan yang bertujuan memahami mekanisme dibalik berbagai obyek, fenomena, kejadian dan pengalaman keruangan keseharian. Pengetahuan mekanisme ini merupakan basis penting yang dapat memicu pencarian metode kreatif dalam berarsitektur.

Nina Dwi Handayani membuka edisi ini dengan paparan eksperimen mengenai proses sinematik dalam ruang yang dilakukannya di ruas jalan Margonda, Depok. Eksperimennya ini mengungkapkan mengenai mekanisme penyampaian narasi yang terjadi di balik suatu pengalaman ruang, yang disajikan melalui buku cerita anak-anak. Pengamatan mengenai narasi ini penting untuk dilakukan dalam memahami proses pengalaman ruang yang universal bagi beragam tipe orang. Renny Melina membahas mengenai fenomena yang marak pada masa kini, yakni rumah bertinggal yang memiliki fungsi tambahan sebagai tempat bekerja. Pengamatan terhadap berbagai fenomena keseharian dalam rumah tersebut bertujuan membongkar bagaimana penghuni rumah tersebut melakukan berbagai taktik adaptasi dalam beragam bentuk dan mekanisme agar rumahnya yang juga berfungsi sebagai laundry dapat tetap menjaga privasi baik bagi keluarga dan karyawan.

Tiga tulisan selanjutnya membongkar pola dan mekanisme yang ada di balik berbagai wujud karya: batik, yoga dan kusudama. Klara Puspa Indrawati menganalisis pola-pola geometri yang terdapat pada motif kain batik cakar dari Yogyakarta untuk mendapatkan elemen-elemen dan metode yang turut membentuk keindahan batik tersebut di mata penggunanya. Talisa Dwiyani mengamati bahwa gerakan-gerakan yoga yang mengacu pada proporsi dari berbagai bentuk alam dan mampu mempengaruhi keharmonisan dan keseimbangan tubuh ketika dilakukan dengan mekanisme struktur tertentu dan pengulangan yang sesuai. Sedangkan Tri Wahyuni mengeksplorasi kusudama, suatu seni melipat jepang untuk melihat bahwa di balik upaya mencapai suatu bentuk geometri yang sederhana ternyata terdapat mekanisme pengulangan yang rumit.

Kelima tulisan tersebut mengungkapkan hasil eksplorasi yang didapat setelah menggali mekanisme yang melatarbelakangi berbagai obyek pengamatannya. Pengetahuan tersebut menjadi penting untuk mendefinisikan kembali cara pandang dalam memahami suatu fenomena dan membangun sebuah basis pengetahuan untuk memperkaya metode perancangan arsitektur.

(baca lengkap ...)
unduh pdf
02.
Eksperimen Margonda : Sinematik dalam Ruang - Nina Dwi Handayani

Eksperimen Margonda berawal dari pengalaman sederhana saat mengamati alur kejadian suatu peristiwa yang terjadi pada beberapa meter ruas jalan di depan Gang Cengkeh di sepanjang Margonda. Proses pergerakan dalam sebuah ruang urban yang terjadi dalam kurun waktu antara pukul 14.00-18.00 ini ternyata menghasilkan sebuah pengalaman ruang yang baru dan benar-benar berbeda. Alur bergerak dialami dari kondisi diam di satu titik dan membiarkan momen gerak yang terjadi terekam dalam kamera foto secara beruntun. Gambar sinematik di bawah ini hanya semacam contoh suasana sequel sederhana yang berhasil diurutkan secara garis besar.

unduh pdf
03.
Rumah + Laundry : Strategi Privasi pada Ruang Tinggal dan Bekerja - Renny Melina

Rumah tinggal merupakan ruang privat yang dipisahkan dari dunia luar untuk memproteksi penghuninya dari ruang publik (Madanipour, 2003). Rumah juga sebagai tempat beristirahat dan bersosialisasi di antara anggota keluarga. Ketika rumah tinggal juga dijadikan sekaligus sebagai tempat kerja, peranan rumah sebagai ruang privat menjadi pertanyaan. Rumah sebagai tempat beristirahat dan bersosialisasi antara keluarga dapat terganggu dengan adanya kehadiran pekerja dan kegiatan bekerja di dalamnya.

unduh pdf
04.
Memahami Pola Pembentuk Estetika Batik Cakar - Klara Puspa Indrawati

Tulisan mengenai batik sebagai sebuah produk geometri ini muncul dari ketertarikan saya terhadap keindahan pada detail. Dalam ilmu arsitektur klasik, terdapat metode dalam pengolahan denah, tampak, dan potongan yang memberikan semacam formula mengenai proporsi, skala, maupun komposisi untuk memenuhi kaidah keindahan bagi setiap penggunanya. Dalam pembentukan formula tersebut, prinsip – prinsip tentang grid, simetri, pengulangan, atau penggunaan sumbu – sumbu tertentu menjadi salah satu acuan dasar bila ingin menyusun bentuk sebuah bangunan yang memiliki keindahan abadi secara holistik

unduh pdf
05.
Yoga : Geometri Alamiah pada Tubuh Manusia - Talisa Dwiyani

Tulisan ini dibuat sebagai sebuah eksplorasi keingintahuan saya mengenai kaitan antara geometri, bentuk-bentuk alam dan gerakan yoga. Geometri erat kaitannya dengan ukuran, bentuk, dan bersifat matematis. Geometri pun terdapat di alam semesta. Sedangkan bagaimana jika geometri dikaitkan dengan gerakan yoga?

unduh pdf
06.
Struktur Elemen Kusudama & Platonic Solid - Tri Wahyuni

Pada tulisan ini, saya membahas mengenai kaitan antara platonic solid, kusudama, fashion dan geometri. Pada dasarnya kusudama merupakan cabang dari seni melipat kertas (origami) yang mengarah pada bentuk bola atau bentuk platonic solid lainnya. Kusudama merupakan gabungan dari beberapa modul bentuk yang digabungkan dengan cara disisipkan, dijahit atau dilem sehingga membentuk satu kesatuan bentuk. Namun, biasanya kusudama ini juga dapat terbentuk hanya dengan cara diselipkan antar bagian pada tiap modul. Hal inilah yang membuat kusudama menarik untuk dibahas, dari suatu benda datar (kertas) dapat menjadi suatu kesatuan benda lain yang memiliki bentuk dan ruang

unduh pdf