Volume 04 No.3 – Playzone

ISSN 2085-7810
01.
Editorial: Playzone - Yandi Andri Yatmo, Paramita Atmodiwirjo & Kristanti Dewi Paramita

Playzone merupakan ranah berkembangnya taktik dan strategi keruangan. Ekspansi dari praktik bermain yang beragam dan berkembang dalam berbagai konteks mampu menjadi instrumen untuk pencarian metode berarsitektur. Pencarian metode arsitektur melalui playzone merefleksikan upaya untuk menjadikan praktik arsitektur yang sarat dengan muatan imajinasi, kreativitas, kesenangan dan tantangan. Praktik intervensi arsitektur tidak pernah terlepas dari pencarian upaya bermanuver di antara konteks, aktor, peraturan serta sasaran, sebagaimana dalam sebuah permainan. Edisi kali ini menampilkan sejumlah tulisan yang membongkar pemahaman praktik permainan dalam berbagai konteks arsitektur.

Paparan pertama dari Kristanti Dewi Paramita merupakan suatu bentuk eksplorasi bermain dengan menggunakan bunyi dan gerak untuk menggambarkan karakter visual suatu karya desain. Eksplorasi ini dilakukan lewat pencarian: bagaimana karya-karya para star architect dapat dibunyikan? Penggunaan bunyi dan gerak memicu memicu aktivitas sensori yang berbeda dan dengan demikian memperluas cara pandang terhadap representasi arsitektur. Belonia P. Utami mencoba bermain dengan warung tegal sebagai salah satu tempat favoritnya melalui eksplorasi kulit luar dengan beragam manipulasi komposisi. Eksplorasi ini menunjukkan sebuah upaya membongkar hal-hal kecil yang sering terlewatkan namun membentuk keseharian kita.

Dua tulisan berikutnya mencoba mengamati sensasi estetika yang didapat melalui bermain. Meutia Rin Diani melihat permainan seni gerak yang apabila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ternyata mempengaruhi manusia dalam mengalami suatu ruang dan dengan demikian mengubah estetika yang dimiliki manusia tersebut. Sedangkan Silvya Khairunnisa mencoba melakukan pencarian kembali pemahaman estetika melalui eksperimen terhadap ekspresi visual anak. Secara sederhana, gambar-gambar yang dibuat oleh anak ternyata mengungkap berbagai aspek pemahaman estetika yang penting.

Sebagai penutup, tulisan dari Fauzia Evanindya mengungkapkan tentang permainan yang dilakukannya setiap hari bersama sahabatnya, yakni memasuki kamar maya Skype, dan bagaimana kamar maya ternyata mampu memunculkan berbagai sensasi keruangan yang merupakan hasil perpotongan beragam ruang berkegiatan. Lalu apa yang terjadi saat kamar maya tersebut lalu dibawa ke ruang nyata?

Kelima tulisan tersebut mengungkapkan potensi dari playzone sebagai sebuah ranah pencarian metode arsitektur yang sangat kaya. Pemahaman terhadap permainan, pencarian taktik dan strategi di dalamnya, serta pemahaman keruangan dan estetika yang lahir dari proses pencarian ini, tentunya dapat menjadi sebuah upaya pendefinisian praktik arsitektur dengan metode perancangan yang terus berkembang. Semoga edisi kali ini dapat menginspirasi lebih banyak lagi praktik arsitektur yang bergerak dalam playzone yang terus berkembang tanpa batas.

(baca lengkap ...)
unduh pdf
02.
Desainmu Ber'bunyi' - Kristanti Dewi Paramita

Tulisan ini bermula dari diskusi iseng yang saya lakukan bersama teman saya, Farid. Dalam obrolan tersebut, kami membahas mengenai beberapa arsitek dunia dan karya-karya mereka. Ketika berbicara satu sama lain, kami cukup sering membuat efek suara dan menambahkan gerak-gerik tertentu. Hal yang menarik dalam pembicaraan kami terjadi ketika saya berusaha menerangkan tentang karya seorang arsitek yang tidak dikenal oleh Farid begitu juga sebaliknya.

unduh pdf
03.
Fasad Warung Tegal: Terlewatkan atau Terlupakan? - Belonia P. Utami

Warung Tegal adalah tempat tujuan saya saat perut lapar namun hanya memiliki minim biaya. Bunyi kursi plastik bergeser, dentang piring beradu dengan sendok, obrolan ringan anak kuliahan terdengar menghiasi ruangan yang berpenerangan secukupnya untuk berkegiatan menyajikan dan makan. Warung tegal memiliki fasad luar tertentu yang menyambut kedatangan pelanggan yang ramai ingin mengisi perut. Dari pengamatan saya, penampilan luar yang disajikan fasad warung tegal seringkali diperlakukan sebagai elemen yang diselesaikan seadanya. Boleh jadi karena tujuan utama kita kesana bukanlah untuk menikmati penampilannya namun menikmati makanan murah dan enak yang tersaji dibaliknya. Namun apakah memang penampilan luar warung tegal tidak sepenting itu?

unduh pdf
04.
Parkour: Estetika Seni Bergerak dalam Keseharian - Meutia Rin Diani

Parkour dikenal memiliki niai-nilai yang filosofis, yaitu kemampuan untuk menghadapi masalah yang ada di dalam hidup manusia, kemampuan untuk melawan rasa takut, tekad untuk bangkit dari kegagalan, bersikap bijaksana dalam memecahkan masalah, fleksibilitas dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, menjaga semangat dalam menjalani hidup, dan kreativitas dan kebebasan dalam menciptakan gerakan baru tanpa meninggalkan nilai-nilai kehidupan lainnya. Parkour merupakan contoh yang baik untuk membuktikan adanya hubungan antara arsitektur , keseharian, dan estetika, karena menunjukkan bahwa arsitektur tidak hanya meliputi bangunan saja tetapi juga pengalaman ruang.

unduh pdf
05.
Memahami Estetika melalui Imajinasi Ruang dan Ekspresi Visual Anak - Silvya Khairunnisa

Seringkali kita mengaitkan estetika, baik dengan sesuatu yang indah dan sempurna, maupun dengan keteraturan dan kerapihan. Dilihat dari sejarahnya, pengertian estetika telah mengalami perubahan dari masa ke masa. Awal pemikiran estetika yang terkenal berasal dari Aristoteles yang mengatakan bahwa “indah” tercipta karena aturan dan memiliki daya tarik. Immanuel Kant dalam The Critique of Judgement (1790) yang dikutip oleh Porphyrios (1991) menyatakan bahwa ide estetik adalah representasi imajinasi yang digabung dengan konsep-konsep tertentu. Estetika berasal dari bahasa Yunani, aistheta yang artinya hal-hal yang dapat dirasakan oleh indera, secara luas berhubungan dengan sesuatu yang bagus dalam seni dan kehidupan sosial. Namun, apakah benar semua yang teratur itu indah dan yang tidak teratur itu buruk?

unduh pdf
06.
Skype: Bintaro, Cinere dan Brisbane dalam Satu Kamar - Fauzia Evanindya

Tak dapat dipungkiri bahwa saya pribadi adalah satu dari sekian banyak manusia yang memiliki ketergantungan terhadap teknologi. Telepon genggam hampir tidak pernah lepas dari tangan saya, Facebook tidak pernah lupa saya buka setiap hari sebelum mengerjakan tugas, Twitter selalu saya periksa setiap menit, Windows Live Messenger selalu menyala sepanjang hari dan Skype selalu beroperasi setiap malam.

unduh pdf