Volume 04 No.2 – Back to Basic

ISSN 2085-7810
01.
Editorial: Back to Basic - Yandi Andri Yatmo, Paramita Atmodiwirjo & Kristanti Dewi Paramita

Edisi kali ini menampilkan lima tulisan yang bertujuan untuk memahami obyek, fenomena, kejadian dan pengalaman keruangan yang mendasar atau umum dijumpai dalam keseharian dan kemudian menginterpretasikannya kembali sebagai bentuk refleksi dalam berarsitektur. Pemahaman akan hal-hal mendasar atau hal yang kadang sering terabaikan tersebut kemudian seringkali dapat menjadi dasar untuk menemukan metode pembentukan arsitektur yang kreatif dan tidak terduga-duga. Kelima tulisan pada edisi kali ini pun mengangkat tema dari berbagai produk dan fenomena umum, mempelajari sistem yang berada di baliknya dan kemudian mendefinisikannya kembali dalam mekanisme pembentukan keruangan maupun atribut lainnya.

Farid Rakun membuka diskusi dengan mempertanyakan kecenderungan arsitek untuk menggunakan pendekatan serba kompleks dalam upayanya untuk menghadirkan sesuatu yang sederhana yang kadang justru menghasilkan sesuatu yang merupakan penyelewengan dari kesederhanaan itu sendiri. Makna sesungguhnya kesederhanaan kemudian dicoba untuk dikupas melalui pembahasan dua karya sebagai bentuk peredefinisian kesederhanaan melalui keseluruhan proses dibandingkan hanya berhenti pada tataran bentuk.

Tiga karya berikutnya merupakan penelaahan kembali mengenai produk- produk yang umum ditemui dalam keseharian. Arum Kusumawardhani mengupas mengenai pembentukan selongsong ketupat dan hubungannya dengan kebudayaan serta metode topologi yang mendasari terbentuknya selongsong tersebut. Metode tersebut kemudian dibongkar kembali menjadi beberapa kemungkinan perubahan bentuk serta direinterpretasikan sebagai data untuk bentuk komposisi yang lain. Nurul Islami menelaah kembali mengenai pembentukan bunga kertas serta menggunakannya sebagai metode dalam kombinasi ruang bertinggal. Sementara Andi Surya mengamati metode penyusunan kemasan dalam desain-desain kemasan berbagai produk serta menggunakannya sebagai metode transformasi pada arsitektur.

Sebagai penutup, tulisan dari Henny Panjaitan merupakan upaya untuk membongkar gagasan mengenai selubung dalam arsitektur. Gagasan tersebut merupakan ungkapan dari suatu hal yang sangat mendasar bagi manusia, yaitu penglihatan dan bagaimana selubung mempengaruhi sesuatu yang terlihat dan tidak terlihat. Metode yang didapat dari penelaahan gagasan tersebut kemudian digunakan kembali untuk dieksplorasi dengan menggunakan teks.

Kami berharap bahwa kelima tulisan tersebut dapat menjadi pemicu untuk lebih memperhatikan hal-hal yang terjadi dalam keseharian

(baca lengkap ...)
unduh pdf
02.
Simply Simpler Router : An Alternative Reading of Simplicity in Space - Farid Rakun

Design world, especially architecture discipline seems to have inherited problem in accepting simplicity. It seems to be made for a complicated world, to understand it one must learn to accept complexity throughout the years of schooling and practice, making complexity its major practical virtue. Architects’ purpose seems to be positioned in their ability to understand world complexities, and delivering it to you as discernible objects; it is supposedly to be their job to translate your dream into reality. Taking the position of visionaries into account, it is their ability to set the path of your journey into the future

unduh pdf
03.
Geometri Ketupat - Arum Kusumawardhani

Di Indonesia sendiri, terutama di Jawa, ketupat memiliki makna tersendiri. Ada yang mengatakan bahwa nama ketupat diambil dari kata Ngaku Lepat yang berarti mengakui kesalahan. Pemaknaan lain tentang ketupat adalah dengan melihat bagaimana cara ketupat itu dibentuk dan bagaimana isi di dalamnya. Rumitnya anyaman bungkus ketupat adalah pencerminan berbagai macam kesalahan manusia. Sedang warna putih beras yang diisikan di dalamnya mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan. Yang ketiga, ketupat dianggap merupakan pencerminan kesempurnaan. Hal ini berdasarkan bentuk ketupat yang dianggap perwujudan dari kiblat papat lima pancer, suatu konsep keseimbangan alam yang berkaitan dengan 4 arah mata angin utama yakni timur, selatan, barat, dan utara yang kemudian bertumpu pada satu pusat. Bila salah satunya hilang, keseimbangan alam akan hilang. Begitu pula hendaknya manusia dalam kehidupannya, ke arah manapun dia pergi, hendaknya jangan pernah melupakan pancer: Tuhan yang Maha Esa.

unduh pdf
04.
Membaca Kembali Metode Kombinasi pada Bunga Kertas - Nurul Islami

Kembang kertas merupakan salah satu mainan tradisional yang umum dimainkan oleh para anak perempuan sekitar tahun 1990-an. Harganya sangat murah, mungkin karena bahannya yang terbuat dari kertas yang diberi warna. Namun, lipatan-lipatan kertas itersebut sebenarnya menyimpan kerumitan tersendiri saat membuatnya. Kembang kertas terbuat dari bahan-bahan yang sederhana seperti batang bambu, kertas karton dan kertas yang diberi warna. Kembang kertas ini dimainkan dengan sederhana, yaitu membuka kedua bagian yang saling mengapit ke arah luar. Warna dan bentuknya yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang memainkannya.

unduh pdf
05.
Package Design : Sebuah Upaya Penelaahan Metode Transformasi Arsitektur Melalui Kemasan - Andi Surya

Kemasan merupakan istilah yang tidak asing dalam keseharian kita, terlebih bagi industri dalam menawarkan produknya. Dalam proses pembuatan kemasan terdapat beberapa prinsip yang disebut sebagai prinsip utama kemasan sehingga suatu kemasan dapat memiliki rupa beragam yang berperan sebagai wadah bagi produk di dalamnya dan menarik perhatian melalui tampilannya. Prinsip tersebut memperlihatkan perubahan wujud, dari dwimatra menjadi trimatra, yang sering disebut sebagai sebuah ’transformasi’. Transformasi dapat ditemukan pada bidang lainnya seperti permainan anak-anak, elektronik, bahkan sampai pada konsep meruang seperti furniture pada interior dan pada arsitektural. Lebih jauh ’transformasi’ dapat pula teraplikasi dalam pikiran yaitu kondisi yang tidak terlihat nyata namun dapat dinikmati dalam berbagai media, seperti misalnya dalam permainan kartu. Melihat lebih jauh peranan dari proses pembuatan kemasan ini mengantar kita pada pemahaman akan geometri sebagai suatu metode dalam proses perencanaan dari sisi ragawi maupun pikiran, seperti dalam perencanaan arsitektur.

unduh pdf
06.
When Invisibility Meets Visibility: Eksplorasi Selubung Berdasarkan Gagasan Arsitektur Daniel Libeskind - Henny Panjaitan

Daniel Libeskind merupakan seorang arsitek Amerika keturunan Yahudi- Polandia. Ia dilahirkan pada 12 Mei 1946 di Lódz, Polandia, sebuah tempat yang sangat dekat dengan Jerman. Semasa kecil ia tinggal di Polandia, namun saat pembantaian kaum Yahudi di Jerman dan sekitarnya terjadi ia beserta keluarganya berimigrasi ke New York sekitar tahun 1959.

unduh pdf