Volume 04 No.1 – Spatial Stories

ISSN 2085-7810
01.
Editorial: Spatial Stories - Yandi Andri Yatmo & Paramita Atmodiwirjo

Edisi kali ini menampilkan lima tulisan yang mengupas metode desain dengan pendekatan pada pemahaman keruangan dan pengungkapan naratif. Pemahaman keruangan meliputi upaya memahami pencerapan, pengalaman dan pendefinisian kembali apa yang dialami dalam ruang arsitektur. Pemahaman keruangan menjadi sebuah kekuatan dalam mengembangkan arsitektur, yang dapat diinterpretasikan secara kreatif melalui berbagai metode pembentukan arsitektur. Kelima tulisan mencoba mengangkat referensi dari beberapa karya arsitek untuk menemukan mekanisme keruangan di baliknya dan mendefinisikan kembali mekanisme keruang dalam sebuah metoda pembentukan ruang yang lain.

Meutia Rin Diani membuka diskusi dengan penjelajahannya terhadap metode transarchitecture dari Marcos Novak. Metode ini kemudian dikembangkannya menjadi sebuah algoritma yang menggunakan sebuah pengalaman perjalanan seseorang di ruang urban sebagai parameter penentu bentuk arsitektur. Defi Reisna mengupas mekanisme abstraksi dari Piet Mondrian dan menggali berbagai kemungkinan naratif yang terjadi sebagai hasil dari pengabstraksian yang menurutnya bukan semata berupa garis-garis lurus saja.

Dua tulisan berikutnya mengambil karya Tadao Ando sebagai referensi penggalian aspek keruangan. Ranny Monita mengupas aspek pembentuk sequence dalam Church of Light dan menggunakannya kembali dalam membentuk sebuah imaginary space. Susanto Ginanjar Putro menitikberatkan pada ulasan proses pembentukan geometri ‘box’ oleh Tadao Ando yang dianggapnya sebagai sebuah upaya provokasi terhadap pengalaman keruangan di dalamnya. Pemahaman ini dilanjutkannya dengan eksperimen terhadap bentuk dasar untuk menhadirkan sebuah provokasi tertentu. Ristia Kurnia merujuk pada karya Le Corbusier sebagai referensi pembentukan metode pencarian keseimbangan vertikal-horizontal yang kemudian diinterpretasikan kembali melalui permainan ular tangga.

Edisi kali ini ditutup dengan sebuah laporan khusus, A Dialog with Louise Cox, President of the International Union of Architects (UIA) yang mengungkapkan berbagai pandangan yang menarik dan inspiratif tentang arsitektur dan hal-hal lainnya. Salah satu pernyataan Louise Cox menekankan bahwa ‘we need to share‘ dalam berbagai hal. Mudah-mudahan arsitektur.net melalui edisi kali ini dapat menjadi wadah untuk ‘sharing‘ khususnya dalam pengembangan metoda berarsitektur yang berbasis riset, baik melalui penelurusan mekanisme arsitektur yang pernah ada ataupun melalui pengembangan gagasan ruang secara kreatif untuk memperoleh metode baru.

Selamat menemukan kembali metode pembentukan gagasan keruangan.

(baca lengkap ...)
unduh pdf
02.
Recomposition: Sebuah Upaya Penelaahan Transarchitecture - Marcos Novak - Meutia Rin Diani

Dalam perancangan arsitektur, kita selalu mencari bentuk mana yang akan diaplikasikan ke bangunan yang kita desain. Composition dapat juga menjadi salah satu cara untuk mendapatkan bentuk bangunan. Tidak hanya itu, decomposition (penguraian) dan recomposition (penyusunan ulang) juga termasuk cara penciptaan bentuk tersebut. Ini sudah menjadi hal yang umum, terutama dalam arsitektur. Namun, untuk ini, fungsi recomposition agak berbeda. Recomposition tidak berfungsi sebagai proses penciptaan bentuk tetapi proses penelaahan.

unduh pdf
03.
Reabstraction: Mengembalikan Penyederhanaan Bentuk Geometri Seperti Keadaan Semula - Defi Reisna

Bila membicarakan arsitektur bangunan, terlihat suatu perpaduan antara seni dan teknologi. Unsur seni dalam arsitektur kadang memegang peranan yang lebih dominan daripada teknologi itu sendiri, karena membentuk keindahan dalam suatu bentuk arsitektur. Unsur apa yang sebenarnya terkandung dalam seni yang kita gunakan sebagai acuan bahwa seni tertentu dapat dikatakan memiliki keindahan atau menarik? Apabila dikaitkan dengan geometri maka pada umumnya kita memiliki kecenderungan untuk mencari suatu komposisi dan proporsi yang baik. Plato menyatakan bahwa “The good is always beautiful and the beautiful never lacks propotion”, sehingga dapat terlihat betapa pentingnya sebuah proporsi untuk menciptakan suatu keindahan. Bertolak dari konsep komposisi dan proporsi tersebut, maka saya ingin membahasnya dari sebuah karya lukisan. Menurut saya lukisan merupakan suatu cara kita untuk menuangkan proporsi dan komposisi secara 2 dimensi yang kemudian dapat diaplikasikan ke dalam bentuk 3 dimensi.

unduh pdf
04.
Imaginary Space: Re-reading Tadao Ando's Church of Light - Ranny Monita

Tadao Ando merupakan salah satu arsitek terkenal yang berasal dari negeri sakura. Tidak seperti arsitek pada umumnya, Ando tidak melalui pendidikan formal di bidang arsitektur. Dengan gaya belajarnya yang tidak biasa, ia mempelajari arsitektur dengan mendatanginya dan membaca buku-buku tentang tempat yang ia kunjungi tersebut. Salah satu hal yang memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap karya-karyanya adalah pencitraannya terhadap Pantheon saat ia melakukan perjalanan/Tur Amerika-Eropa-Afrika. Selain itu, Ando juga sangat terinspirasi oleh “Enso” (suatu lingkaran misterius yang sering dibuat oleh para pendeta Buddha). Hal ini terlihat dari karya-karya nya yang membuktikan bahwa suatu bentuk yang sederhana seiring dengan unsur cahaya dan material bisa membuat sesuatu yang “sangat” meruang.

unduh pdf
05.
A Box That Provokes: Eksplorasi Sekuens Ruang Berdasarkan Gagasan Arsitektur Tadao Ando - Susanto Ginanjar Putro

Ando dikenali karyanya dengan bentukan yang berasal dari geometri dasar yang sederhana. Ketika ditanya tentang apa arti arsitektur baginya, Ando menjawab ”chohatsu suru hako”, yang bila diartikan dalam Bahasa Inggris adalah ”a box that provokes” (The Pritzker Architecture Prize, 1995). Ini mengantarkan pemahaman bahwa dalam setiap penciptaan karyanya bukan pencapaian bentuk yang dituju oleh Ando, melainkan apa yang bisa dihadirkan dari keberadaan bentuk tersebut, sesederhana apapun bentuknya.

unduh pdf
06.
Keseimbangan Vertikal-Horizontal: Eksplorasi berdasarkan Gagasan Le Corbusier dalam Karya The Monastery of Sainte-Marie de La Tourette - Ristia Kurnia

Le Corbusier adalah seorang arsitek Swiss-Prancis yang sangat berpengaruh dalam dunia arsitektur abad ke 20 karena karya-karya dan pemikirannya yang seringkali menginspirasi arsitek-arsitek lainnya. Le Corbusier juga merupakan salah seorang arsitek yang beraliran International Style atau Modern Architecture. Salah satu karya Le Corbusier yang dianggap sebagai salah satu bangunan beraliran Late Modern Style yang cukup penting adalah The Monastery of Sainte-Marie de La Tourette. Bangunan yang bersifat religius ini dibangun pada tahun 1957 sampai 1960 yang terletak di Eveux-sur-Arbresle atau 25 km dari kota Lyon, Prancis.

unduh pdf
07.
Special Report: A Dialog with Louise Cox, President of the International Union of Architects (UIA) - Yandi Andri Yatmo & Paramita Atmodiwirjo

During the visit of Louise Cox – President of UIA – to Indonesia, we had a chance to have a conversation with her. Below is an excerpt from our dialog with her, reflecting some of her personal views, interests and vision on architecture and other stuffs.

unduh pdf