Spatial Stories
>> Kembali ke Volume 4 No. 1 (2010)
Yandi Andri Yatmo & Paramita Atmodiwirjo
Edisi kali ini menampilkan lima tulisan yang mengupas metode desain dengan pendekatan pada pemahaman keruangan dan pengungkapan naratif. Pemahaman keruangan meliputi upaya memahami pencerapan, pengalaman dan pendefinisian kembali apa yang dialami dalam ruang arsitektur. Pemahaman keruangan menjadi sebuah kekuatan dalam mengembangkan arsitektur, yang dapat diinterpretasikan secara kreatif melalui berbagai metode pembentukan arsitektur. Kelima tulisan mencoba mengangkat referensi dari beberapa karya arsitek untuk menemukan mekanisme keruangan di baliknya dan mendefinisikan kembali mekanisme keruang dalam sebuah metoda pembentukan ruang yang lain.
Meutia Rin Diani membuka diskusi dengan penjelajahannya terhadap metode transarchitecture dari Marcos Novak. Metode ini kemudian dikembangkannya menjadi sebuah algoritma yang menggunakan sebuah pengalaman perjalanan seseorang di ruang urban sebagai parameter penentu bentuk arsitektur. Defi Reisna mengupas mekanisme abstraksi dari Piet Mondrian dan menggali berbagai kemungkinan naratif yang terjadi sebagai hasil dari pengabstraksian yang menurutnya bukan semata berupa garis-garis lurus saja.
Dua tulisan berikutnya mengambil karya Tadao Ando sebagai referensi penggalian aspek keruangan. Ranny Monita mengupas aspek pembentuk sequence dalam Church of Light dan menggunakannya kembali dalam membentuk sebuah imaginary space. Susanto Ginanjar Putro menitikberatkan pada ulasan proses pembentukan geometri ‘box’ oleh Tadao Ando yang dianggapnya sebagai sebuah upaya provokasi terhadap pengalaman keruangan di dalamnya. Pemahaman ini dilanjutkannya dengan eksperimen terhadap bentuk dasar untuk menhadirkan sebuah provokasi tertentu. Ristia Kurnia merujuk pada karya Le Corbusier sebagai referensi pembentukan metode pencarian keseimbangan vertikal-horizontal yang kemudian diinterpretasikan kembali melalui permainan ular tangga.
Edisi kali ini ditutup dengan sebuah laporan khusus, A Dialog with Louise Cox, President of the International Union of Architects (UIA) yang mengungkapkan berbagai pandangan yang menarik dan inspiratif tentang arsitektur dan hal-hal lainnya. Salah satu pernyataan Louise Cox menekankan bahwa ‘we need to share‘ dalam berbagai hal. Mudah-mudahan arsitektur.net melalui edisi kali ini dapat menjadi wadah untuk ‘sharing‘ khususnya dalam pengembangan metoda berarsitektur yang berbasis riset, baik melalui penelurusan mekanisme arsitektur yang pernah ada ataupun melalui pengembangan gagasan ruang secara kreatif untuk memperoleh metode baru.
Selamat menemukan kembali metode pembentukan gagasan keruangan.
Yandi Andri Yatmo & Paramita Atmodiwirjo