Elegance in Pixels: Mengubah Pandangan tentang Keindahan
>> Kembali ke Volume 3 No. 2 (2009)
Reni Megawati
Ketika berfikir tentang elegance, maka yang muncul dalam pikiran berupa sesuatu yang indah dan mewah. Namun, saya mencoba berfikir apakah elegance dapat dibentuk melalui sesuatu yang banyak terdapat dalam kehidupan keseharian masyarakat? Apakah elegance yang terbentuk akan terlihat indah dan mewah seperti yang ada dalam pikiran?
“Things in motion tend to appear lighter than things that are static, thus elegance is often associated with a kind of fluidity, smoothness of surface and style” (Rahim & Jamelle, 2007 : 120). Berdasarkan pernyataan Ali Rahim dan Hina Jamelle mengenai elegance, maka saya mencoba mengeksplorasi suatu objek yang dapat ditemui dalam kehidupan keseharian menjadi sesuatu yang elegance. Objek yang dimaksud adalah air. Air dapat ditemui di mana-mana, air memiliki banyak manfaat, untuk minum, mencuci, membersihkan diri. Air juga merupakan bagian dari tubuh manusia, dan air dibutuhkan semua kalangan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air dapat menjadi sesuatu yang statis ketika keadaannya tenang, dan air dapat menjadi sesuatu yang dinamis ketika ada gaya yang diberikan kepada air. Eksplorasi yang saya lakukan yaitu mencoba mengubah air yang tadinya statis menjadi air yang dinamis, sehingga terbentuk elegance melalui gerakan air.
Eksplorasi “Building the Elegance”

Gambar 1. Air yang statis
Air yang sifatnya statis dan tenang tampak biasa saja, tidak ada sesuatu yang lain di dalamnya. Permukaannya yang datar tidak memberikan kesan elegance. Namun, di balik permukaannya yang datar terdapat suatu potensi untuk membentuk elegance. Terdapat banyak cara untuk membentuk sesuatu yang elegance, salah satunya melalui gerakan. Gerakan membuat suatu objek tidak statis dan lebih hidup. Gerakan yang tercipta dari gaya berbeda akan menghasilkan perbedaan, namun dalam suatu perbedaan pasti terdapat suatu kesamaan.
Gaya pertama yang diberikan yaitu gaya geser. Air dalam wadah tersebut digeser dengan tangan ke arah kiri. Sebagai hasil dari pergeseran tersebut, terdapat gelombang kecil di permukaan air. Permukaan air menjadi berubah dan bergerak selama beberapa detik. Pola gelombang yang dihasilkan berupa guratan-guratan dua arah dan berulang. Gaya kedua yaitu dengan mengaduk air berputar dengan sendok ke satu arah. Gelombang yang dihasilkan lebih banyak dan menuju satu arah berputar dan di beberapa permukaan terdapat pusaran kecil. Gaya ketiga yang diberikan yaitu menambahkan sesuatu berupa tetesan air ke permukaan air lewat sendok. Pola yang terbentuk berupa gelombang yang menyebar dari satu titik dan menghasilkan gelombang-gelombang kecil di tepinya. Pusat jatuhnya tetesan air memiliki permukaan yang lebih rendah dibandingkan permukaan sekitarnya, dan membentuk gelembung air. Ketiga pola yang dihasilkan memang berbeda karena gaya yang diberikannya juga berbeda, sehingga reaksinya berbeda. Namun, terdapat suatu kesamaan diantara ketiga pola yang dihasilkan, yaitu dinamis. Kedinamisan dari ketiga pola tersebut tampak dari pola lengkung yang terbentuk. Sesuatu yang dinamis membuat suatu objek menjadi elegance.

Gambar 2. Gerakan terhadap air: digeser ke kiri, diaduk berputar, diberi tetesan air
Air yang tadinya statis dan tenang, air yang tidak memberikan suatu perasaan elegance menghasilkan sesuatu yang elegant. Dan elegance yang terbentuk merupakan elegance yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari, gerakan air seperti eksplorasi yang saya lakukan mungkin sering terlihat dan mudah didapatkan. Namun, seringkali kehadirannya tidak disadari sebagai sesuatu yang elegant, karena telah terbiasa melihat keadaan tersebut dalam volume yang besar atau banyak. Misalnya, ketika melihat sungai yang bergerak karena angin, kehadirannya tidak memberikan pengalaman elegance. Sehingga untuk memunculkan sifat elegance dari air ini, maka saya mencoba menampilkannya melalui pixel, sesuatu yang terkecil.
Transformasi Elegance ke dalam Pixel
Pixel merupakan suatu unsur terkecil dalam suatu tampilan. Menurut Steven Millhauser, “large things tend to be unwieldy, clumsy, crude; smallness is the realm of elegance and grace. It’s also the realm of perfection” (Millhauser, 2008). Sesuatu yang kecil dapat menciptakan sesuatu yang elegance, sehingga saya menghadirkan pola elegance melalui rangkaian pixels yang membentuk pola dinamis.

Gambar 3. Pola dinamis air dari tampilan besar hingga kecil
Pola gerakan air dalam eksplorasi diperbesar, sehingga tampak suatu pola yang lebih detail, dan dari pola tersebut maka saya mengubahnya ke dalam pixel-pixel yang saling terhubung satu dengan yang lainnya. Elegance yang berusaha ditampilkan dalam pixels yaitu kedinamisan dan sifat fluidity suatu objek keseharian. Tiap pixel mengungkapkan bagaimana struktur elegance tersebut terbentuk dan hubungan tiap pixel menggambarkan pembentukan rangkaian elegance.
![]()
Gambar 4. Elegance in pixels
Kedinamisan air menghasilkan lengkungan dan juga ketinggian yang berbeda. Menampilkan elegance dalam pixels berarti memunculkan lengkungan dan juga ketinggiannya. Lengkungan diwujudkan dari pola-pola pixels yang terbentuk, dan ketinggian diwujudkan dalam bentuk pixels yang memiliki ketebalan. Dalam kedinamisan air tercipta kedalaman sehingga terbentuk tiga warna yang berbeda, warna hitam menggambarkan sesuatu yang berada di belakang, emas menggambarkan sesuatu yang di antara hitam dan abu-abu, dan warna abu-abu menjelaskan sesuatu yang berada di depan. Rangkaian pixel-pixel ini disusun untuk menghasilkan pola dinamis, sehingga elegance dapat terbentuk di dalamnya. Elegance in pixels tidak hanya menampilkan elegance dalam rangkaian pixelnya, tetapi menunjukkan bahwa suatu objek everyday yang terdapat dimana-mana dapat mencerminkan sesuatu yang elegance. Pixel yang tadinya hanya sebuah titik kecil dan tidak dinamis ketika dirangkaian membentuk pola lengkung yang elegance.
Tampilan dari Elegance in Pixels
Tampilan yang dihasilkan dari rangkaian pixels bagi kebanyakan orang terlihat tidak elegance. Ketika melihat elegance in pixels, pemikiran mengenai elegance yang ada dalam bayangan mengenai indah dan mewah mungkin akan lenyap. Tampilan elegance in pixels ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan apa yang terpikirkan sebelumnya mengenai elegance. Hal tersebut memang menjadi salah satu tujuan dari karya saya ini. Saya mencoba mengubah pandangan orang-orang yang melihat elegance in pixels ini. Pandangan bahwa tampilan bukanlah yang paling utama, tetapi sesuatu dibalik tampilan tersebut menjadi sesuatu yang utama. Tampilan berupa rangkaian titik berbentuk persegi terlihat biasa saja, dan mungkin pemikiran orang-orang mengenai elegance tidak akan cukup dengan melihat tampilannya saja, tetapi penjelasan dibaliknya membuat elegance dalam karya ini menjadi bermakna. Tampilan terkadang menjadi sesuatu yang menutupi apa yang ada di dalamnya. Sesuatu yang elegance tidak hanya dilihat dari tampilannya saja, tetapi sesuatu yang invisible dapat mencerminkan sifat elegance. Elegance sering dihubungkan dengan keindahan (beauty). Sesuatu yang elegance merupakan sesuatu yang indah menurut pendapat kebanyakan orang. Namun, menurut saya keindahan yang tercipta dari sesuatu yang sifatnya elegance tidak hanya terlihat dari apa yang tampak saja. Tetapi, keindahan tersebut juga dapat dirasakan dari suatu objek yang tidak indah.
Konsep Elegance dalam Konteks Keseharian
Konsep elegance yang dijelaskan di atas berhubungan dengan konsep everyday. Hubungannya terletak pada bagaimana keduanya memandang sesuatu tidak hanya berdasarkan apa yang tampak saja tetapi sesuatu dibaliknya. “The everyday has a certain strangeness that does not surface or whose surface is only its upper limit outlining itself against the visible” (De Certeau, 1984). Berdasarkan pernyataan mengenai everyday, maka terdapat dua hal yang saling bertolakbelakang namun keduanya saling mendukung satu sama lain. Kedua hal tersebut yaitu sesuatu yang tampak dan sesuatu yang tidak tampak. Keindahan sebagai sesuatu yang tampak dan ingin dimunculkan dalam kehidupan keseharian menjadi suatu keharusan dalam membentuk tampilan. Tampilan yang muncul harus indah dan sesuatu yang tidak sesuai harus dihilangkan. Pemikiran seperti disebutkan di atas seringkali membuat masyarakat melupakan apa yang sebenarnya terjadi dalam membentuk keindahan tersebut. Keindahan yang telah terstandar dalam pemikiran masyarakat seringkali menjadi acuan dalam menilai suatu objek. Proses menjadi tidak penting, dan tampilan menjadi yang utama. Sama halnya dalam memandang objek arsitektur, sebaiknya memandang suatu objek arsitektur tidak hanya dari tampilan luarnya saja, dari bentuk ataupun fasadnya, tetapi pandanglah dari sistem yang bekerja dan cerita dibalik kehadiran wujudnya. Karena dengan mengetahui cerita dan sistem dibaliknya, maka masyarakat dapat menilai sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.
Menampilkan sesuatu yang elegance ke dalam sesuatu yang biasa saja merupakan suatu bentuk yang mempertanyakan kembali mengenai hubungan tampilan dengan apa yang ingin ditampilkan. Seringkali apa yang ingin ditampilkan dan apa yang tampil merupakan sesuatu yang sejajar, namun keduanya juga dapat menjadi sesuatu yang bertolak belakang namun tetap saling mendukung. Seperti dalam elegance in pixels ini, sesuatu yang banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari menuju sesuatu yang elegance melalui gerakan dan menghasilkan sesuatu yang mencerminkan elegance namun tidak menunjukkan tampilan elegance merupakan cara yang saya terapkan untuk membangun elegance.
Membangun elegance tidak hanya meletakkan sesuatu yang elegance dalam suatu tempat saja, tetapi proses pembentukan sesuatu yang biasa menjadi elegance merupakan sesuatu yang bermakna. Meletakkan sesuatu yang elegance dalam suatu tempat tidak akan merubah pandangan orang-orang yang melihat objek tersebut, tetapi akan memperkuat pemikiran mereka bahwa elegance identik dengan indah dan mewah. Membentuk elegance melalui proses dan menampilkan sesuatu yang biasa atau dianggap tidak elegance bagi kebanyakan orang, membuat orang berfikir kembali mengenai pengertian elegance dan terbentuknya elegance. Membangun elegance dapat mengubah cara pandang mengenai keindahan. Keindahan yang tidak hanya tampak dari luar saja, tetapi lebih daripada itu, suatu keindahan yang muncul dibalik sesuatu yang tampak. Kehadiran objek elegance in pixels ini juga menegaskan bahwa suatu tampilan yang tampak di mata bukanlah hal yang utama, namun sesuatu yang berada dibaliknya merupakan sesuatu yang penting sehingga membuat suatu objek menjadi bermakna.
Daftar Pustaka
De Certeau, M. (1984). The Practice of Everyday Life. Berkeley, CA: University of California Press.
Millhauser, S. (2008). The Realm of Elegance and Grace. http://noggs.typepad.com/the reading experience/2008/10/steven millhaus.html, diakses 5 November 2008.
Rahim, A. & Jamelle, H. (2007). Elegance. Architectural Design. London: Artmedia Press.
Comments
Comment from rachmatrf
Time November 12, 2009 at 10:23 am
Kalo dalam skala urban, elegance yang muncul bukan pada masterplan yang indah, tapi pada lorong2 sempit, selokan, jalan ramai penuh pedagang kaki lima, kemacetan, tukang ojek yang mengisi ruang residue, atau kucing yang hampir terinjak karena tidur sembarangan, hehehe…
Comment from arstundwi
Time September 21, 2009 at 11:47 am
Saya yakin konsepsi elegance disini memiliki kesejajaran dengan konsep yang terdapat di Bali (baca arsitektur tradisional Bali - ATB). Sebagaimana ditampilkan oleh ATB, bentuk-bentuknya senantiasa adalah bentuk keseharian, tidaka ada yang istemewa. Tapi justru yang bermakna dibalik bentuk yang ditampilkan oleh ATB ini yang menyebabkan banyak decak kagum keluar dari yang menikmatinya.
Trims, tulisan ini sudah menambah pemahaman kita